1. Gather all your bills together, write down each account’s total balance and its corresponding monthly payment;
2. Rank the payments in order of lowest to highest. You will pay off your bills in this order;
3. The amount you have determined to help start your plan is the extra amount you should now pay to bill number one every month until it is paid off. You have to keep making the regular payments too; and
4. After you pay off this debt, take the initial extra pay-off amount plus the amount you were paying to bill number one and apply it to bill number two. Continue this process for every bill in the order it is ranked.
May the Force be with you.
2 Comments
salam pakdi..
just additional input from Al Quran Al Karim
” Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang piutang yang diberi tempoh hingga ke suatu masa yang tertentu maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan adil (benar) dan janganlah seseorang penulis enggan menulis sebagaimana Allah telah mengajarkannya. Oleh itu, hendaklah dia menulis dan hendaklah orang yang berhutang itu merencanakan (isi surat hutang itu dengan jelas) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya dan janganlah dia mengurangkan sesuatu pun dari hutang itu. Kemudian jika orang yang berhutang itu bodoh atau lemah atau dia sendiri tidak dapat hendak merencanakan (isi itu), maka hendaklah direncanakan oleh walinya dengan adil (benar) dan hendaklah kamu mengadakan dua orang saksi lelaki dari kalangan kamu. Kemudian kalau tidak ada saksi dua orang lelaki, maka bolehlah, seorang lelaki dan dua orang perempuan dari orang-orang yang kamu setujui menjadi saksi, supaya jika yang seorang lupa dari saksi-saksi perempuan yang berdua itu maka dapat diingatkan oleh yang seorang lagi dan janganlah saksi-saksi itu enggan apabila mereka dipanggil menjadi saksi dan janganlah kamu jemu menulis perkara hutang yang bertempoh masanya itu, samada kecil atau besar jumlahnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih membetulkan (menguatkan) keterangan saksi dan juga lebih hampir kepada tidak menimbulkan keraguan kamu. Kecuali perkara itu mengenai perniagaan tunai yang kamu edarkan sesama sendiri, maka tiadalah salah jika kamu tidak menulisnya dan adakanlah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah mana-mana jurutulis dan saksi itu disusahkan dan kalau kamu melakukan (apa yang dilarang itu), maka sesungguhnya yang demikian adalah perbuatan fasik (derhaka) yang ada pada kamu. Oleh itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan (ingatlah), Allah (dengan keterangan ini) mengajar kamu dan Allah sentiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ” [ Al- Baqarah 2:282 ]
nanti boleh pakdi huraikan lebih lanjut tak tentang ayat nie dengan berdasarkan situasi semasa ? atau mungkin pakdi boleh kongsi mana2 website yang dapat bagi info yang releven tentang perkara ini..
mekasih
barangkali tidak sampai tahap pentafsiran. saya cuba tengok dan lihat dulu ye
One Trackback
[...] Source: Him [...]